Pages

My Job My Adventure


Sebagai seorang pengusaha tour planner berbasis website, gw menyadari bahwa banyak hal yg bisa gw jual di website selain paket wisata. Karenanya utk mengurangi rasa suntuk gw di depan laptop (belakangan udah gak pernah turun lapangan bawa tamu karena gw punya guide sendiri), gw pun memutuskan bikin satu halaman yg menjual jasa penyewaan drone di Lombok, Sumbawa dan Labuan Bajo lengkap dengan pilotnya (gw).

Guys, daripada drone di rumah keseringan nganggur kan mending gw duitin. Dan tentu saja, dengan sedikit kemampuan SEO (kemampuan membuat suatu artikel website berada di halaman satu google), beberapa hari kemudian ada yg deal dan gw sambet aja.

Janjian ketemu di Desa Sembagek, Kabupaten Lombok Utara, mereka ternyata dari Production House gitu. Yang megang beberapa program yang tayang di stasiun TV swasta di Indonesia. Jadilah gw ikut bagian dari team (bagian shooting pake drone).


Dusun Sembagek, Desa Sukadana, Lombok Utara
Nah, karena udah jadi bagian dari team, gw pun dapat makan dan hotel gratis. Memang sih awalnya gw minta transportasi, akomodasi dan konsumsi gw ditanggung. Tapi yg ada dipikiran gw waktu itu semacam penginapan sederhana juga gak papa. Eh, malah dapat yg bintang lima. Walopun sekamar sama team sama artisnya juga, ya asik aja dapat teman baru plus ngerasain mevahnya fasilitas hotel.


View Hotel Ombak Sunset, Gili Trawangan dari Drone
Pernah juga gw dapat jalan2 gratis ke Labuan Bajo, Komodo. Udah gratis dapat uang lagi. Makan dan kamar selama sailing ditanggung. Ya gara2 nyewain drone ini.

Waktu itu gw blm bikin iklannya di website, tapi atas rekomendasi teman aja.

Well, bisa marketing itu bagus, tapi banyak teman juga lebih bagus. Menjaga kepercayaan dan pertemanan itu gampang kok. Jujur, saling menghargai dan menghormati. Gak cuman ke teman aja, ke klien kita, ke orang tua, ibu bapak, nenek-nenek yang mau nyebrang, ama kakek2 yg mau manjat pohon kelapa semua harus kita baikin.

Kita gak bakal tau siapa perantara rejeki kita. Tapi yg paling penting dari duit, tentu saja passion kita terhadap apa yg kita geluti. Meski kesan tulisan gw ini apa adanya, tapi setiap ngejob gw selalu menjaga profesionalitas dan service gw. Dari situlag orang menilai hasil kerja kita. Meskipun kerjaan gw rada2 fun, tapi tetap penuh tanggung jawab juga.

So, my job my adventure, my ijasah udah luntur...

Pesta Ponan, Event Budaya di Sumbawa Yang Mengenyangkan


Tanggal 11 Februari 2018, tepat tiga hari sebelum valentine, tepat tiga hari sebelum angka penjualan kondom meningkat, gw menyempatkan diri untuk pergi jalan-jalan melihat salah satu event di Sumbawa.

Pesta Ponan namanya. Meskipun bisa dibilang 50% darah yang mengalir di diri gw adalah darah Sumbawa, setengahnya lagi swiss, gw belum pernah dengar sebelumnya tentang Pesta Ponan. Katanya sih event tahunan dan sudah ada sejak jaman dahulu kala.

Gara-gara teman nge-WA dan ngajakin kesana gw pun okey. Tapi si kampret teman gw cancel pas hari H. Jadilah gw berangkat sendiri ke Desa Poto, tempat diadakannya acara Pesta Ponan, sekitar 30 menit dari pusat Kota Sumbawa.

Berjalan seorang diri pake motor gw sempat nyasar. Gimana enggak, tempatnya ada di tengah-tengah areal persawahan yang luas banget. Saking luasnya, gw mau kok kalo diwariskan 5 hektar. Ikhlas gw...

Berangkat dari rumah jam 6 pagi, nyampe jam 7. Acara dimulai jam 9.30. Dua setengah jam gw habiskan untuk ngobrol dengan tukang cilok yang udah stand by, ngobrol dengan orang-orang buka stand jualan pupuk juga, semua itu gw lakuin dengan satu tujuan, minta rokok.

Guys, sumpah gw lupa beli rokok sebelum kesini.

Selain ngobrol modus demi rokok, gw juga sempat ngobrol dengan salah satu warga yang datang duluan untuk membersihkan lokasi sebelum acara dimulai. Namanya Pak Tebarani. Ini fotonya:

Pak Tebarani dari Desa Poto
Dari Pak Tebarani ini gw dapat informasi penting nan berharga, bahwa saham NASDEQ akan naik jadi gw disuruh lepas saham gw yang di NESTLE ama QATAR AIRWAYS.

Sungguh nasehat yang sangat mulia, akan gw laksanakan! Terima kasih Pak Tebarani, terus tebarkan keberanian. Ciiiaaaaaaaaatttttt...

Maaf, ngelantur.

Adapun Pesta Ponan ini diadakan setiap tahunnya di minggu kedua atau ketiga bulan Februari, saat usia padi menginjak 7 minggu sejak ditanam.

Masyarakat dari beberapa desa yang sawahnya berada di sekitar aerial ini berkumpul di satu tempat, tepatnya di tengah-tengah sawah, namanya Bukit Ponan.

Ibu-ibu datang dan membawa aneka jajanan dan buah-buahan dan bapak-bapaknya berkumpul di bangunan seperti aula terbuka di tengah-tengah Bukit Ponan.

Adapun anak-anak mudanya bertebaran memenuhi bukit yang luasnya gak lebih dari 2 hektar ini. 

Sebelum hidangan disajikan bapak-bapaknya tahlilan dulu, setelah itu sambutan-sambutan. Biasanya sih ada pejabat yang datang sekelas bupati atau wakilnya.





Tujuannya? Buat silaturahim, ngumpul dan makan-makan. Dan berdoa agar hasil panen nanti melimpah ruah.

Siapapun bisa datang dan mencicipi kuliner khas yang dibuat sehari sebelumnya oleh ibu-ibu dari desa sekitar Bukit Ponan.

Ngomong-ngomong soal kulinernya, gw dapat satu kresek besar buat dibawa pulang. Caranya dengan mendekati ibu-ibu dan ngobrol seru penuh antusias. Dan hola, dapat jajan.

Gw sih gak saranin cara ini karena tingkat keberhasilannya tergantung tampang dan ketampanan.


Pantai Lawar Aja. Gak Pake Eksotis. Cz Judul Yang Ada Kata Itu Udah Mainstream

Pantai Lawar Sekongkang

Waktu gw nulis artikel ini, gw udah dua kali ke Pantai Lawar.

Yang pertama diajakin ama bini gw yang pertama. Tapi karena kemungkinan besar doi bakalan baca nie artikel, gw juga harus bilang kalo dia juga bini gw yang terakhir.

Yang kedua waktu gw ada urusan bisnis gitu di Sumbawa Barat ama partner gw dan dia gw tawarin ke Pantai Lawar.

Ini Bini Gw, Tampak Belakang
Anyway, sebenarnya di Sekongkang itu ada pantai yang lain juga. Tapi menurut gw, Pantai Lawar inilah yang telah berhasil merebut hati gw.

Yang bikin gw melompat kegirangan waktu pertama kali ngeliatnya. Loe bayangin aja orang lompat tapi mukanya girang.

Begitulah ekspresi gw saat itu. Ekspresi kegirangan sambil melompat. Atau bisa juga dikatakan melompat sambil kegirangan. Apa sih!

Ada beberapa pantai di wilayah Sekongkang, Sumbawa Barat. Diantaranya ada Pantai Rantung, Pantai Tropical, Pantai Yoyo dan Pantai Lawar. Nah, Pantai Lawar ini beda ama pantai2 yang lain. Kalo pantai yang lain deket ama jalanan. Kalo Pantai Lawar, dari jalanan loe kudu nempuh jalan kecil sekitar 2 km baru nemu nie pante.

Tenang aja, mobil masih bisa masuk kok. Patokan jalan masuknya dari jalan utama, pokoknya di sebelah Kantor Camat Sekongkang. Ikutin terus jalanan kecil di samping Kantor Camat. Kalo ragu2 loe boleh nanya ke Pak Camat. Insya Allah selamat!

Guys, loe tau gak apa yang gw suka kalo lagi traveling? Tempat yang sepi. Pantai Lawar ngasi itu ke gw. Dua kali gw ke pantai ini dan dua kali juga gw gak nemuin orang laen waktu kesini. Lucky me!

Sepi, tenang, tentram, adem, cuma ada suara angin dan deburan ombak. Tempat yang tepat untuk menjernihkan pikiran dari beban-beban penganten baru. Ejakulasi dini, meskipun merupakan beban bagi penganten baru, tapi itu bukan beban gw!

Pantai Lawar Sumbawa

Pantai Lawar Sumbawa Barat
Pantai Lawar Yang Sepi
Seriously, Pantai Lawar ini garis pantainya gak panjang. Ujung ke ujung jalan kaki gak nyampe lima menit. Diapit bukit yang menjorok ke laut di kiri kanannya. Apalagi datang menjelang sunset, mataharinya tenggelam di depan elo langsung di garis horizon antara langit dan laut. Gradasi warnanya cantik, sangat cantik.

Pantai Lawar
Foto Dari Atas Pake Drone
Tapi gw harus menyampaikan ke elo semua kalo tempat ini gak deket. 3 jam dari Kota Sumbawa Besar. Kalo kesini nginep aja. Banyak pilihan hotel. Apalagi di pinggir Pantai Rantung hotelnya bejejer. Kalo kere, bawa tenda aja. Gak punya tenda, tidur di Kantor Camat aja. Resiko tanggung sendiri.